Teruntuk Maynafla Athayaa
Teruntuk Maynafla Athayaa.
Nafla, panggilannya. Seorang wanita
yang baru-baru ini dekat denganku. Kami satu organisasi di Sekolah yang sama. Walaupun kami jarang bertemu, namun aku selalu melihatnya dari kejauhan.
Nafla. Menurutku, dia itu wanita yang
cantik juga lucu. Wanita yang lembut namun tegas juga pintar. Siap membantu orang lain tanpa melihat sisi luarnya.
Nafla. Namanya indah, seperti
ciptaan-Nya. Walaupun kami jarang bertemu namun aku yakin, dia wanita yang baik dan ramah pada semuanya. Aku teringat, pernah kami sedikit beradu argumen untuk menyapu Auditorium Sekolah yang dimana seharusnya, itu sudah menjadi tugas ku sebagai divisi dekleng.
Saat itu, aku lumayan lelah dan mulai
tertatih karena kegiatan yang terus-terusan berlanjut. Namun aku tidak mungkin melupakan tanggung jawabku, kan? Aku terus mengerjakan apa yang harus dilakukan sebagai dekleng; menyapu, mengangkat, membersihkan, dan sebagainya.
Hingga seorang wanita datang
menghampiriku. Dia ingin aku untuk memberikan sapu yang sedang kupegang ini kepadanya, namun aku menolak. Tetapi, dia bersi keras untuk menyuruhku beristirahat dan bergantian agar sekarang dia yang menggantikanku untuk menyapu.
Awalnya aku tak ingin, tapi melihat
wajahnya yang terus-terusan ingin meraih gagang sapu itu, akhirnya aku memberikannya dan menggantikanku untuk menyapu.
Setelah aku berlangkah sedikit jauh
darinya, aku melihat senyuman kecil muncul dari wajahnya yang lelah. Aku bingung namun juga bersyukur,
Ada ya orang seperti ini?
Aku tau itu hanya sapu dan menyapu
adalah pekerjaan yang menurut beberapa orang itu hanyalah masalah sepele untuk dilakukan. Namun dari sapu itu aku tersadar dan dari sapu aku belajar.
Kita dapat membersihkan ruangan
dengan sapu, kalau bersungguh-sungguh. Dan dari kesungguhan itu, akan ada hasil yang akan membuat semuanya bahagia dan puas akan tujuannya.
Aku selalu berdo'a agar Maynafla
Athayaa, selalu sehat, bahagia, dan baik kepada semuanya baik itu manusia, hewan, maupun alam.
Maaf kalau kata-kata ku terlalu
berlebihan atau tidak enak untuk dibaca. Namun, jauh dari lubuk hati sedalam samudra. Kamu memang teman yang baik, dan kamu pantas untuk mendapatkan yang terbaik.
"Semoga lo bukan orang yang salah, yang sedang gue kagumi dengan serius. Tapi jika pun lo orang yang salah, senang sekali rasanya memiliki perasaan seperti ini buat lo."
-Rangga Raja (3726 mdpl)
Ucapan dariku💫,
Shazia Fadhilla Widodo

Komentar
Posting Komentar